Pengemis Yang Tidak Ngemis
Well, aku mau cerita dikit. Ini bener bener terjadi dalam hidup aku,bukan karangan bebas, ini cerita yang bikin aku termovitasi sampai titik ini.
Dimulai sekitar, sebentar,internal memory otakku kurang bagus, telat tanggal service soalnya. Kalau gak salah bulan bulan sebelum UNBK dimulai, pas kelas 9 SMP.
Jadi, sore sore waktunya keliling naik montor, dan waktu itu aku goncengan berdua sama mama aku.
Aku mampir dong ke Ind*maret dekat sama rumah aku.
Udah nih ,udah selesai belanja, ada ibu ibu tua renta duduk bersandar dekat jendala,menikmati angin yang menerpa badannya sedang memandangi langit langit senja.
Aku terpana melihatnya, iba pun juga terasa di hati.
Mama aku bilang, " Na, nih kasih ke Ibu itu. Kasihan dianya"
Ya tanpa pikir panjang dan ligak liguk, aku langsung mengambil uang nya dan memberikan uang itu kepada Ibu itu.
" Ibu, ini ada uang buat ibu " kataku. Ibu itu hanya diam, meratapiku. Bibirnya hendak berkata sesuatu.
" Ini buat apa? "
Tersentak akan omongan ibu itu, aku diam. Aku pun menjawab,
" Buat Ibu beli makan minum ... " suaraku lirih lantaran aku takut dan bingung apakah jawabanku sudah mendapat score 100.
" Tidak usah Mbak, uangnya disimpan saja. Saya masih bisa cari uang sendiri, mending uangnya buat Mbak beli makan, terimakasih".
Aku kaget.
Benar benar kaget.
Aku hanya diam dan tersenyum kepada Ibu itu. Senyum terharu.
Dan aku menyadari sesuatu kenapa Tuhan melakukan ini kepadaku.
Makna yang bisa diambil dari kejadian yang aku alami ini, jangan pantang menyerah! Tetaplah berjuang keras!
Janganlah menjadi rendahan yang hanya meminta minta tanpa bekerja keras!
Usaha hasilnya akan seperti telur ayam atau nol jika kita tidak berjuang keras!
Ibu ini benar benar Ibu hebat, dia mau bekerja keras,dia tidak mau menjadi rendahan untuk meminta belas kasihan orang yang masuk keluar Ind*maret.
Suatu kejadian yang beharga untuk selalu mengingatkan ku bahwa hidup itu masih panjang. Kita harus berjuang keras, dan atas bantuan doa , kerja keras itu nantinya akan membuahkan hasil yang melimpah limpah bagi kita!
Ibu ini juga masih mempunya harga diri,iya,kenapa coba? Dia tidak mau meminta minta rezeki yang kita dapatkan dengan keringat dengan gampangnya tinggal naruh di tangan lesu ibu ini. Dia dengan bangga menolak uang yang hendak aku berikan kepadanya. Akupun juga bangga, bukan bangga karena aku mendapat kembali uangku,oh tidak.
Aku bangga dengan sifatnya.
Bangga dengan sifat mempertahankan dirinya.
Coba yang lain?
Oh dengan senang hati, yang lain menerima uangku dan menyimpannya dikantong tanpa mengucapkan terimakasih hanya memampangkan wajah judesnya.
Well well well, intinya aku salut banget sama Ibu ini.
Cuma sayang, aku tidak tahu dimana beliau sekarang.
Kucoba mendatangi Ind*maret tempat aku belanja bareng mama aku, beliaunya sudah tidak ada.
Aku hanya bisa berharap Ibu, Ibu sehat sehat saja dan doa mu dijabah Tuhan!
Mari kita mengucapkan Amin? AMIIN!!!
JANGAN MENYERAH DAN BERJUANG KERAS KAWAN!
Salam Ibu,
Pengemis Yang Tidak Ngemis.
Komentar
Posting Komentar