Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Kau Sebut Diriku Apa?

Tahu tidak? Skalaku mencintaimu itu tidak bisa dihitung dengan fisika apalagi dicampur dengan kimia bahkan tidak bisa diteliti dengan biologi. Selama ini aku menganggap kau mau ke diriku. Nyatanya? PAHIT! Aku tidak tahu tujuan dan maumu mendekatiku. Aku hanya menerima bagai anak polos di sore hari. Kau pernah bilang, kau tertarik dengan diriku sebagai wanita. Tapi kenapa? Kenapa kau mengubahnya menjadi ketertarikan sebagai sahabat? Kau takut aku menjauh sebagai wanita? Tapi kau berani jika aku mendekat sebagai sahabat? Kau takut hubungan kita renggang jika kau memandangku sebagai wanita? Tapi kau tak gentar melanjutkan hubungan jika kau memandangku sebagai sahabat? Aku tidak tahu, sungguh. Isi hatimu sekarang. Tujuan mu sekarang. Bahkan perhatian perhatian kecil darimu. Lantas, sekarang kau masih menganggapku apa? Wanita? Atau Sah abat? Aku bingung harus bagaimana dan kenapa. Bingung dengan semua sikapmu. Bingung bagaimana aku menanggapinya. Aku tidak mengerti denga...

Pengemis Yang Tidak Ngemis

Well, aku mau cerita dikit. Ini bener bener terjadi dalam hidup aku,bukan karangan bebas, ini cerita yang bikin aku termovitasi sampai titik ini. Dimulai sekitar, sebentar,internal memory otakku kurang bagus, telat tanggal service soalnya. Kalau gak salah bulan bulan sebelum UNBK dimulai, pas kelas 9 SMP. Jadi, sore sore waktunya keliling naik montor, dan waktu itu aku goncengan berdua sama mama aku. Aku mampir dong ke Ind*maret dekat sama rumah aku. Udah nih ,udah selesai belanja, ada ibu ibu tua renta duduk bersandar dekat jendala,menikmati angin yang menerpa badannya sedang memandangi langit langit senja. Aku terpana melihatnya, iba pun juga terasa di hati. Mama aku bilang, " Na, nih kasih ke Ibu itu. Kasihan dianya" Ya tanpa pikir panjang dan ligak liguk, aku langsung mengambil uang nya dan memberikan uang itu kepada Ibu itu. " Ibu, ini ada uang buat ibu " kataku. Ibu itu hanya diam, meratapiku. Bibirnya hendak berkata sesuatu. " Ini buat apa? ...

Setelah Melihat Dilan

Gambar
Ini bukan spoiler, aku ga mau rugi bayar tiket bioskop ntar kalau aku cerita ke kalian. Hehe, ikhlas ya ga diceritain? Ikhlas dong. Buat kalian yang belum lihat Dilan,kayaknya harus banget lihat deh. Terserah sama pacar atau bukan tapi jangan sendiri,minimal ada pelampiasan buat bersandar pas nonton. Baper banget asli. Buat remaja jaman sekarang yang lagi pacaran,bikin baper parah. Buat generasi tahun 90'an kayaknya bikin kalian kalian semua nostagia banget ya? Kisah cinta remaja yang penuh drama dan cerita. Aku mau bilang ke Ayah Pidi, " Makasih Yah, udah mau ceritain kisah remajanya orang eh Dilan. Teruntuk Milea, makasih udah mau cerita ke Ayah Pidi , akhirnya Ayah bisa terwujud keinginan bikin novel". Tadi lihat dibioskop jam 12.20 bareng 2 manusia, Lia dan Ria. Ketiga manusia ( 1 nya lagi bukan aku, tapi bayangan mereka yang menyatu pas sandaran) ini jadi korban Film Dilan, eh kok korban? Iya,korban,korban hati kratak akibat jomblo. Hahaha,gak kok. Ga serius bil...

Teman Makan Teman

Gambar
Oke,oke kali ini aku nulis blog yang out of the box banget dari tulisan blog blogku sebelumnya. Aku mau ngangkat topik ini karena ini bermula banget dari bermain LUDO. Jadi dari LUDO ini kan emang aturan dasar main supaya kita itu menang,kita harus makan piont nya teman kita gitu kan. Temanku bilang,namanya Vani, " aku janji deh gak bakal makan piont piont kalian,sumpah" Tapi setelah itu, omongan emang ga bisa dipegang, dianya makan piont teman lain. Ga hanya Vani doang sih, yang lain kaya Liyaa sama Niswa juga gitu. Akupun juga,loh? Haha. Dari main LUDO itu, aku bisa ambil makna, bahwa kita tuh jangan pernah percaya apa kata orang. Bisa aja dianya munafik kan? Berteman boleh, tapi pilih pilih dong. Kalau ada pepatah " kalau teman jangan pilih pilih" iya itu bener,tapi maksud aku "pilih-pilih" disini itu, masa kamu lebih milih teman dengan pergaulan buruk daripada teman dengan pergaulan yang normal? Ingat, teman itu bakal ngebantu kamu buat masa depa...

Dilan dan Milea

Gambar
YEEEYYYYY!!! hari ini tanggal dimana Dilan menampakkan dirinya sebagai Iqbal D Ramadhan. Sama seperti kalian,akupun tidak sabar melihat aksinya menaklukan hati Milea. Karena aku seseorang yang sangat sangat mengikuti,membaca dan memahami seluruh rangkaian karya Pidi Baiq, pasti tidak sabar bukan melihat hasil kerjaan Fajar Bustomi dalam menyajikan filmnya? Berbicara tentang Dilan, Banyak cewek cewek sekarang ngomong gini " ah Dilan, mau cowo kaya Dilan, sisain satu kaya Dilan " yap, kalau boleh jujur, aku memang pernah berkata seperti itu. Hanya sesaat percayalah setelah selesai membaca novel Dilan ini. Sesaat, aku melihat dia. Aku tidak mau memaksa dia seperti menjadi Dilannya Milea. Dia,biarkan dia. Dia itu Dia,bukan Dilan. Aku hanya perlu menerima apa adanya dia. Bukan menuntut untuk menjadi Dilan seperti dalam novel. Dilan kusimpan diangan, Dia kusimpan dihati.

Rindu Yang Terbayarkan

Matahari sudah menurunkan awaknya. Rinduku sudah terbayar puas, melihatmu seharian ini benar benar rasa lelah letih apalah semuanya itu lenyap. Percaya deh sama aku. Coba kamu merasakan ini. Rindu yang selama ini ku umpatkan darimu,yang selama ini ku pendam sampai sampai volume hatiku tidak muat,boleh ku cairkan dan kutumpahkan ke dirimu? Senangnya melihatmu lagi. Sekarang, melihat lentiknya matamu,melihat huntaian rambut tipismu dan melihat gagahnya bahumu membuatku puas. Utang rinduku terbayar lunas. Terimakasih. Pembayar hutang.

Dia Masih Mengingatnya

Gambar
Aku belum sepenuhnya bisa dikatakan "memiliki seutuhnya". Kenapa? Kadang aku pernah berpikir,pernahkah terlintas dipikirannya masa lalu dirinya yg kelam? Pernahkah ia merasa kecewa bahwa masa lalunya sudah memiliki yang lain? Bagaimana dengan aku? Aku? Bolehkah aku "cemburu"? Aku mengingatkan ke diriku " aku belum seutuhnya memiliki dirimu, jadi cemburu bukan merupakan hak ku " Tapi aku memiliki pembelaan atas pernyataan itu. Dia baik kepadaku. Dia istimewa kepadaku. Bukankah sudah cukup itu adalah bukti bahwa ia milikku? Tapi terkadang,masa lalunya membuyarkan kepercayaan diriku atas itu. Kepercayaan diri bahwa ia seutuhnya milikku. Kepercayaan diri bahwa ia benar benar sudah menjadi milikku. ITU HILANG SEKETIKA. Terlintas dipikiranku " apakah ia masih mengingat ingat masa lalunya? " atau " apakah ia akan kembali jatuh cinta dengan masa lalunya dan meninggalkanku seorang diri? ". Sebagai seseorang yang belum bisa " memiliki s...

Pantaskah Aku?

Gambar
Pertanyaan yang selalu datang sebelum ku ingin melakukan perhatian kecil dengannya. Dia sudah pulang. Dia sudah kembali. Pertanyaanya pantaskah aku untuk sekedar menanyakan " bagaimana harimu? " atau " hei, sudah pulang? Gimana?" . Aku tahu, aku tahu, aku memang harus sadar diri jika ingin menanyakan itu ke dirinya. Pantaskah aku? Untuk melakukannya? Ingin rasanya menggerakkan jemari untuk menanyakan ke dirinya. Aku berpikir, layakkah aku melakukannya? Pantaskah? Tapi tunggu,siapa aku dimatanya? Apakah hanya sekedar bayangan hitam? Oh Tuhan aku berharap aku adalah sinar mentari nya bukan lagi bayangan hitam. Bolehlah aku menanyakannya? Bukan sebagai temanmu, melainkan sebagai mentarimu. Kau tahu, sekarang otakku sedang berpikir keras memikirkan siapa diriku di bola matamu—unkwon

Pikiranku Penuh Dengannya

Gambar
Seringkali kita ngerasa like this " duh pengen banget cepet ketemu dia, ga mau tahu pokok nya udah rindu! Aku rindu!!" Yap, i know, feeling kaya gitu udah pasti hati berdebar, pikiran penuh dengan dirinya. Dan, coba tebak, Pikiranku sekarang terpenuhi dengan dirinya. Sampai sampai pelajaran yang kupelajari tak punya ruang diotakku. Otakku sudah penuh dengan pikiranku yang melayang ke arah dirinya. Dimana dia? Aku rindu, aku ingin cepat ketemu. Cepatlah pulang sebelum otakku tak punya ruang lagi untuk memikirkanmu. Dan cepatlah menelpon. Aku rindu suaramu. Rindu dengan semua ketidakjelasanmu malam malam nelpon hanya sekedar iseng. Dari semua kata yang tak bisa kuucapkan dengan kata kata berbelit ini,intinya, cepatlah pulang. Ruang diotakku hampir 99,99% penuh oleh dirimu.

PENYESALAN

Gambar
Masih terbawa bau cerita Dilan. Aku merasakan penyesalan diantara mereka berdua. Toh,ayolah siapa yang tidak menyesal mereka berdua tidak bersama - sama? Aku tahu aku tahu,itu sudah berlalu lama. Bahkan Si Milea sudah mempunyai pria disampingnya selalu ditambah buah hatinya. Tapi entah kenapa, rasanya ingin kembali ke masa lalu. Sebagaimana yang ingin aku lakukan untuk mengubah masa lalu. Memperbaikinya selagi bisa. Aku bisa memperbaiknya jika masa lalu bisa diulang. Benar, janji demi Bumi dan Langit aku bisa. Tapi kembali ke nyatanya, itu sudah berlalu. Hukuman ku sekarang adalah menyesalinya. Berpamit dengan dirinya. Meminta maaf dengan hati karena telah menentang isinya. Dan juga meminta maaf ke raganya karena telah menyakiti. Sudahlah, tidak usah diungkit ungkit lagi. Toh, itu hanya masa lalu yang perlu disesali dan diingat oleh hati, dan perlu dilupakan oleh pikiran otakku saat ini, 20.15 waktu indonesia barat.

HILANG

Gambar
Aku tau rasanya kehilangan seseorang yang berarti. Aku mengalaminya. Sekarang juga. Susah untuk membiasakan diri tanpa dirinya. Susah untuk menerima nyatanya tanpa dirinya. Dan juga susah untuk menghapus dirinya dari dalam pikiranku. Sungguh, sekarang, pada waktu 15.15 aku merasa kehilangan. Kesunyian setia menemaniku tidak dengan dirimu. Bukankah sesuatu yang hilang tidak akan kembali? Entah, aku belum siap menerima pepatah seperti itu. Aku hanya berharap pepatah itu beganti menjadi " sesuatu yang hilang pasti akan kembali lagi". Entah kapan waktunya,tanggalnya dan kejadiannya ,yang terpenting dan terutama,fakta bahwa dirinya kembali itu ada. Aku hanya minta tolong bekerjasama dengan dirimu. Aku tidak memaksa. Toh suatu perusahaan juga tidak memaksa berkerjasama dengan perusahaan lain walau itu menguntungkan. Akupun juga begitu. Aku hanya kehilangan raga dan hatimu. Aku tidak menganggap dirimu hilang,aku hanya menganggapmu libur yang suatu saat nanti akan masuk ...

RINDU

Gambar
Aku tidak tahu harus apa sekarang. Setelah membaca segelintir jilid karya Pidi Baiq, yap. Dilan dan Milea. Aku terbawa arus kenangan. Menyadari memang berat rindu itu. Menyadari memang aku tidak kuat memikulnya, sebagaimana Dilan pernah mengatakannya kepada Milea, " Jangan rindu,berat. Kamu gak akan kuat,biar aku saja". Sungguh, demi Allah, Dilan benar kali ini. Aku mengalaminya. Rindu benar benar berat. Membuat saraf seluruh tubuh melemas. Membuat pikiran melayang entah kemana. Membuat jiwa lemas tergulai tak berdaya. Sebeginikah efek rindu yang berat? Lagu Tulus berjudul Tukar Jiwa sedang menemani ku menulis curhatan hatiku. Sungguh aku tidak bohong,aku sedang mendengarkannya. Demi Allah, aku rindu dirimu. Semuanya. Dan tolong kembalilah.