POS KERETA API
Surabaya, 11 Januari 2021
Di hari selasa yang cerah, aku dan Nina (teman kuliah) pergi keluar untuk menghibur diri kita dari UAS yang membuat pikiran kita penat. Kita berdua berencana pergi ke Surabaya North Quay menggunakan Surabaya Bis, karena lebih murah sambil melihat kota Surabaya! Ya, kita berdua anak rantau, hihi!
Perjalanan menuju kesana CUKUP lancar, walaupun ada beberapa kejadian yang membuat kita sebal dan tertawa disaat bersamaan, haha, lari sambil kehujanan untuk mengejar halte dan ternyata malah ditinggal oleh bisnya:). Cukup apes ya pemirsa, haha.
Lalu, setelah itu kita menghabiskan waktu di Surabaya North Quay. Sialnya, hari itu hujan gerimis, kita tidak terlalu bisa menikmati pemandangan disana karena hujan gerimis yang cukup panjang dari awal kita berangkat sampai menuju lokasi. Tapi tidak apa-apa, dengan hujan suasana kota Surabaya menjadi tidak panas, hehe, agak sedikit lebih dingin dari biasanya.
Setelah selesai di SNQ, kita berencana menuju ke Pasar Kodam untuk wisata makan tentunya, dengan budget uang yang pas, haha. Tanpa disadari, handphone kita berdua kehabisan baterai dan akhirnya mati total. Kita naik halte bis tanpa tahu ini di halte mana, dan kita juga tidak tahu apakah halte yang ingin kita turunin sudah sampai atau belum. Kita menaiki bis dari halte Rajawali dan ingin berhenti di Halte Joyoboyo. Karena handphone kita berdua mati total, kita tidak bisa memantau Google Maps dimana kita berdua sekarang. Akhirnya kejadian yang tidak diinginkan terjadi, ya, kita melewati halte yang ingin kita turunin.
Akhirnya dengan ide Nina, kita berdua menuju pos kereta api, kebetulan tempat itu dekat dengan stasiun rel kereta api. Entah isi pikiran kita apa, yang terpenting saat itu kita harus mencari tempat charger, karena kalau tidak, bagaimana kita bisa kembali ke kos dan asrama? Untung Nina membawa charger, karena aku tidak membawa, ya aku bodoh!:"
Setelah diizinkan oleh petugas kereta api untuk mengisi daya baterai handphone kita, sambil menunggu baterai handphone penuh, kita berdua berbincang dengan salah satu petugas kereta api. HAHA ini bagian lucunya, petugas kereta api bisa dibilang "tampan" dan masuk kriteria kita berdua.
Sepanjang berbincang, mata dia selalu menatap kita berdua. Begitu ketika aku dan Nina asik bercerita sendiri, dia selalu menatap kita seakan menyimak dengan sungguh obrolan kita berdua. HAHAHA. Gimana tidak leleh apabila ditatap seperti itu?!! Wanita mana yang tidak leleh diperlakukan seperti itu HAHA!
Setelah baterai handphone kita terisi penuh, kita beranjak dari situ dan ingin menyebrang jalan. Jalan saat itu ramai sekali karena jalan satu arah, dan keadaannya hujan gerimis, mau tidak mau baju kita basah lagi. Karena jalannya yang ramai dan tidak kunjung sepi, mas "kereta api" dari tadi memperhatikan kita kenapa tidak segera menyebrang jalan? Tanpa terduga, mas "kereta api" membantu kita untuk menyebrangi jalan tersebut. AAHH, disitu juga kita berdua salah tingkah dengan "act of service" mas tersebut. HAHAHA
Bodohnya adalah kita berdua tidak kenalan dan dengan cepat lupa wajahnya. Untuk menatap saja malu, apalagi tanya namanya? Mau meminjam keberanian siapa? Begitulah cerita aku dan Nina wisata ke Surabaya North Quay, asik dan penuh pengalaman yang tak terlupakan, HAHA!❤️🤍
Komentar
Posting Komentar