Belajar Ikhlas.
Akhirnya setelah selesai mengerjakan tugas ospek, bisa menulis di blog lagi.
Wah udah lama ya?
Selama beberapa bulan ini banyak hal yang dapat diambil dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Salah satunya, pengumuman seleksi ujian.
Waktu lihat pengumuman itu agak sedikit tidak percaya, kenapa? Karena waktu ujian aku percaya jawab benar lumayan banyak, terus waktu keluar rata-rata skor nilai utbk universitas, waktu itu universitas impianku ada di sekitar range 600an, aku kasih positive thinking ke dalam diriku bahwa "keknya bisa nih", bersyukur juga jurusan yang aku mau tidak masuk 10 besar jurusan terketat 2020, tambah optimis dong? Dan ternyata hasilnya, haha.
Oh ya sebelum itu, aku pernah bikin blog " Berpikir Negatif Sebelum Bertindak" dan aku terapin, sedihnya jangan lama-lama. Ya waktu ngelihat pengumuman itu, sedih sih, 2 atau 3 hari gitu, habis itu yaudah ikhlas lagi menerima kegagalannya, yang gak aku ikhlas itu usaha aku selama ini gagal, karena aku ngorbanin segalanya, sampai kesehatan juga:( boleh ambis, tapi jangan lewati limit diri sendiri:) itu sih yang aku kurang ikhlasin, sama yang belum aku ikhlasin tuh uangnya Bapak, sumpah😭 buang-buang duit kalau tahu akhirnya gagal:(, tapi Bapak selalu ngomong gini
" ya namanya mencoba, kan tidak ada yang tahu"
" Bapak gak ngerasa rugi gitu uangnya kebuang sia-sia?"
" Enggak, biasa aja"
Ya agak SEDIKIT ikhlas sih, tapi tetep gak ikhlas:))
TARAA! Ini aku kecewa parah, gak separah SBMPTN ya, karena aku belajar simak udah dari lama😭, sampai seharian kayaknya belajar simak terus, sedih bangeetttt waktu ngelihat pengumuman ini, *mana uang pendaftaran mahal:( ngerasa buang-buang uang Bapak😭
Sedihnya bisa sampai 4 hari 5 hari gitu, karena aku optimis banget simak bisa masuk, eh ternyata enggak.
Ini disuruh paksa Bapak sih, aku udah yakin gagal, dan ternyata benar. Jadi gak seberapa kecewa juga sih, hehe. Cuma aku sayang aja uang pendaftarannya😣.
Terus yaudah, aku ikhlasin semua kegagalan itu, dan kayaknya emang balik ke pts tadi.
Udah belajar ikhlas, nyaman sama dosen, tugas dan teman-temannya. Ngerjain tugas gambar sampai tengah malem wkwkwk, terus tugas yang super dadakan dari asdos😭, eh tiba-tiba ...
KAGET DONG??! Karena aku udah pesimis gitu keterima mandiri unair, jurusan yang aku mau waktu gelombang 2 cuma 17 kuota, dikitt bangeett, mana cuma 1 jurusan lagi yang bisa dipilih, ya pesimis:(
Jadi pas dibuka dan warnanya ijo aku langsung nangis😭😭 gak nyangka aja, aku bisa.
Disatu sisi aku senang, disatu sisi sedih juga karena harus meninggalkan teman-teman arsitektur aku di Atmajaya, :( mereka seru-seru juga, hua sayang kalian😍😍, sukses kalian💜.
Oh ya btw setiap tindakan kita selalu ada yang mencibir seperti,
" Ah keterima sbm/snm mah dia hoki doang itu jawabannya," padahal dia belajar keras siang sampai malam.
" Ah keterima mandiri pasti dia ngisi spi besar, walaupun tes dia gak bisa kalau ngisi spi besar ya pasti keterimalah!" padalah dia ngisi spi minimal dan belajar benar-benar untuk tes mandiri.
" Oh di swasta ya? Masuk karena gagal ptn kah atau gimana?" padahal dari awal dia sudah ada niatan masuk pts dan tidak ada niatan untuk ke ptn.
" Lah kok kerja? Kok gak kuliah sih?"
Kenapa kita dituntut untuk memenuhi standarisasi kehidupan orang-orang?
Apakah jalan hidup semua orang sama?
Apakah karena kebanyakan orang mengambil A dan kita tidak boleh mengambil B?
Pelajaran yang aku dapatin adalah DONT EXPECT ANYTHING IT WOULD BE BETTER, berpikir negatif sesuai ajaran Stoitisme😂, belajar lebih ikhlas, lagi, dan lagi dalam segala hal.
The most inspirational person in my life adalah Bapak, hehe shout out to him!!😆
Karena aku bisa sekuat ini belajar ikhlas dan tidak mementingkan omongan orang.
p.s ini sebenarnya mau diupload tanggal 27 Agustus, tetapi karena waktu itu ada tugas Presentasi Arsitektural jadi ketunda, dan pengumuman UNAIRnya sekalian tanggal 28, jadi aku rekap sekalian.



Komentar
Posting Komentar