Apa Susahnya Membaca?

Membaca menurutku adalah sesuatu hal paling menyenangkan didunia ini.
Bacalah hal-hal yang kamu suka, entah itu novel sejarah, cinta, roman, pelajaran, self improvement dan lain-lain.
Terserah, yang penting membaca.
Aku yakin yang baca ini hanya orang yanh gemar membaca atau mungkin hanya kasihan terhadap diriku karena pembacaku sedikit.
Tidak apa, aku hanya menuangkan apa yang ada dipikirku, hati ini rasanya ganjal!

Bila ditanya, lebih suka melihat film atau baca novel filmnya?
Well i said, baca novel filmnya, bukan berarti aku benci untuk melihat film, tentu saja tidak. 2 hal itu adalah bagian dari hal yang kusukai.

Kenapa? Albert Einsten pernah berkata " Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan", ya aku menyetujui itu.
Dengan membaca, aku bisa mengimajinasikan karakter, tempat, suasana dalam cerita tersebut. Yang berarti, kita tambah pintar!
Beda dengan yang melihat film, kita hanya melihat hasil jadinya. Tapi kalau melihat film untuk survey dan mempelajari bagaimana pengambilan gambar, sudut kamera, cahaya, dan hasil editan untuk hasil observasi atau tugas, beda lagi.
Tapi berapa persen orang yang melakukan itu? Kebanyakan kan hanya untuk menghibur diri dan mendukung pemain filmnya.

Aku punya banyak bacaan buku, dan aku senang melakukannya, menambah ilmu dan itu mengasyikkan.
Tapi kenapa orang-orang pada malas membaca buku?
Indonesia termasuk negara dengan peminat baca sangat rendah dibanding dengan negara lainnya.
Padahal kalau negara ini penduduknya sangat gemar membaca, berilmu jadinya, jadi pintar, dan memanfaatkan SDA yang ada, betapa majunya negara ini?

Ada hal yang dapat kupetik dari novel Bumi Manusia ( dapat ilmu lagi, PujiTuhan) , bangsa Eropa mengharapkan negara kita maju, dengan pemikiran modern, tidak lagi menuntut pemikiran Jawa yang kuno, dalam novel itu, ada tokoh punya nama Miriam de la Coix " Aku akan bekerja di Neterlend dan kembali setelah 20 tahun untuk ke Indonesia, dan aku berharap Indonesia sudah dalam pemikiran maju dan modern" tapi... belum jua dibuatnya.

Bagaimana menyalakan semangat membaca buku dari dalam dirimu?
Bukankah seru mengetahui rahasia rahasia, fakta-fakta tersembunyi dari dunia ini?
Aku tidak paham bagaimana seseorang malas membaca buku.
Ada banyak jenis varian buku, mana mungkin tidak ada satu jenis buku yang kamu suka?

Literasi tidak ada guna dan manfaat. Kalau hanya menjiplak teman sebangku dan tidak paham ceritanya.
Memang harus dikorek dalam-dalam semangat membaca mu itu.

Dengan teknologi semaju ini sudah ada alternatif membaca, e-book misalnya, tapi jua malas, apa boleh buat?

Bukannya seru, selain omongkosong yang dibicarakan, membicarakan bagaimana dulu Daendels memerintah dan bagaimana pikiran Napoleon terbentuk? Bukankah itu seru?

Coba direnungkan, kenapa saya membaca buku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Depend On Yourself.