Lupakan Sejenak Materi, Mari Kita Berdansa

Hidup jaman sekarang memang benar benar keras. Dan penuh tantangan.
Orang orang banyak yang berlomba lomba mencari materi demi kepuasan hasrat dirinya tapi melupakan untuk memuaskan dirinya.
Banyak yang mengejar deadline seperti mau mati rasanya. Hanya demi mendapat suatu penghargaan. Ya kalau deadline nya itu 1 kali, kalau 2 kali bahkan lebih? Mungkin popularitasmu naik,tapi jiwa ragamu? Turun melemah.

Gak usah jauh jauh untuk ambil contoh.
Diriku saja.
Hampir 15 jam/hari kuhabiskan untuk sekolah, bimbingan belajar, kegiatan ekskul dan belajar. Tidurku hanya 6 jam/ hari, sebenarnya. Lainnya? Makan,tidur dan persiapan sekolah.
Loh, kan sekolahnya FDS,hari sabtu dan minggunya bisa libur santai santai dong?
TIDAK! Sabtu dan Minggu kugunakan u tuk mengejar tugas tugas yang belum sempat kukerjakan karena tidak punya waktu lagi. Dan pasti selalu ada kerja kelompok disela-sela hari Sabtu dan Minggu. Padahal 2 hari libur itu ingin kugunakan untuk memanjakan wajah dan badan, tapi mana bisa.

Belum lagi ulangan, gak kebayang prepare nya kapan dengan waktu yang tersisa sedikit mungkin per hari nya. Dan kita dituntut agar nilainya bagus. How it possible? Kalau kata guru " Makannya disiapin jauh jauh hari!" Okee, hari sabtu dan minggu kugunakan untuk meringkas materi materi pelajaran agar gampang belajarnya.
Lantas apa bedanya hari senin-jumatku dengan hari sabtu-mingguku? SAMA SAJA.
Katanya sekolah untuk belajar.
Salahkah aku untuk menggunakan rumahku sebagai tempat istirahat bukan untuk mengerjakan tugas dan kerja kelompok jika sudah ada sekolah?

Sejenak kuberpikir.
Inginku menghilang sebentar saja,menghilang disini bukan berarti meninggalkan dunia. Tapi berlibur.
Aku butuh rehat,percayalah.
Merehatkan raga dan jiwa kadang diperlukan.
Sering sekali ku membayangkan , berada di tengah taman bunga,berdansa, menikmati senja bersama dirinya, mendengarkan lagu Fana Merah Jambu milik FourTwnty, begitu indah damai dan tenang. Aku ingin sekali merehatkan pikiran dan jiwa.
Lamunan itu hilang,begitu guru Fisika menyentakku untuk menjawab pertanyaan beliau.
Menyadarkanku untuk kembali ke kenyataan yang harus kuhadapi.
Disinilah aku.
Terjebak dalam ruang yang menuntuku harus jago dalam semua hal. Harus sempurna dalam semua hal.

Contoh lainnya, temanku.
Adalah pokoknya.
Dia rajin dan pintar.
Tapi oh sungguh aku capek melihatnya.
Belajar terus! Ikut lomba terus!
Oh Tuhan, aku capek melihatnya.
Apa tidak bosan dan capek?
Mentolo, ( bindonya mentolo apa ya? Haha) kuajak dia duduk disebelaku,
" Hei, kemarilah! Sampingku kosong,sudah kubersihkan, sini, menikmati senja, dan mendengarkan lagu, agar tenang raga dan jiwamu itu. Aku tau kamu capek. Jadi,ayo mari kita berehat,Teman?"

Kalian boleh mengejar materi sebanyak mungkin.
Tidak ada yang melarang.
Tidak ada yang bilang itu hal yang buruk.
Tapi juga jangan lupa merehatkan jiwa dan ragamu.
Karena aku melihatnya saja sudah capek.
Lupakan sejenak semuanya.
Mau berdansa denganku?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Depend On Yourself.